
Musdah Mulia Mukmin, mahasiswa Program Magister Teknik Biomedis Universitas Gadjah Mada angkatan 2021/2022 Genap, telah menyelesaikan penelitian tesisnya yang berfokus pada pengembangan alat skrining obstruksi nasal. Ia resmi diwisuda pada 22 Oktober 2025 setelah mempertahankan tesis berjudul “Pengembangan Alat Tes Obstruksi Nasal Menggunakan Modifikasi Tes Spatula Dingin (Cold Spatula Test)”.
Penelitian ini dibimbing oleh Ir. Rini Dharmastiti, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. sebagai Pembimbing I dan dr. Agus Surono, Ph.D., Sp.THT.BKL (K) sebagai Pembimbing II. Proses pengambilan data dan pengujian awal dilakukan di Puskesmas Menteng.
Musdah menjelaskan bahwa obstruksi nasal merupakan gejala yang umum ditemukan di fasilitas pelayanan kesehatan primer, namun penilaiannya masih cenderung subjektif. Metode sederhana seperti tes spatula dingin dan cermin Glatzel telah digunakan, tetapi memiliki keterbatasan dalam aspek objektivitas, aksesibilitas, biaya, serta kesesuaian antropometri dengan populasi Indonesia.
“Gejala obstruksi nasal seringkali dinilai secara subjektif, sehingga dibutuhkan alat ukur yang lebih objektif, sederhana, dan sesuai dengan kondisi pelayanan kesehatan primer di Indonesia,” jelas Musdah.
Penelitian ini merupakan studi pengembangan produk yang meliputi tahapan perancangan konsep, pembuatan prototipe, hingga pengujian performa alat. Uji performa dilakukan dengan desain cross-sectional terhadap 34 subjek sehat.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat modifikasi mampu menghasilkan pengukuran luas area kondensasi secara kuantitatif dan konsisten. Nilai Intraclass Correlation Coefficient (ICC) rerata berada pada rentang 0,791–0,948 (p<0,001), yang menunjukkan reliabilitas pengukuran yang baik. Selain itu, uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan persepsi pengguna yang signifikan antara alat modifikasi dan tes spatula dingin konvensional (Z = -3,342; p = 0,029), dengan kecenderungan preferensi terhadap alat modifikasi.
“Selain lebih objektif, alat ini juga dirancang agar ergonomis dan mudah digunakan oleh tenaga kesehatan di layanan primer,” tambahnya.
Evaluasi awal terhadap aspek ergonomi dan kemudahan penggunaan menunjukkan tanggapan positif dari subjek uji. Berdasarkan hasil validasi tersebut, alat ini dinilai memiliki potensi sebagai instrumen deteksi dini (skrining) obstruksi nasal di fasilitas pelayanan kesehatan primer.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan alat kesehatan sederhana yang lebih objektif, terjangkau, dan sesuai dengan kebutuhan klinis di Indonesia, khususnya pada tingkat pelayanan kesehatan primer.
Penulis : Adinda
Editor : Arni